bull sh*t
Thursday, February 2nd, 2006kemarin dia pergi dan menatap lembut ke dunianya yang hening
dia sempat bertahan disana
lalu kini dia tertawa getir, seperti angin yang beraroma senja
terasa sepi
menertawakan kebodohannya sendiri
dan memaki bunga yang memiliki senyum yang indah itu
ia telah terpikat dengan tololnya
pada sesuatu yang begitu indah, tetapi begitu sakit
ia pikir ia akan bisa berteduh disana
tapi ternyata ia salah
di samping Dia
walau gersang, badai tak pernah reda, dan selalu diacuhkan
Dia selalu ada disana
dan ia menyadari..
ia sangat menyukai senyum milik Dia ketika Ia memainkan laguNya
dan betapa senyum itulah yang selalu membuatnya bertahan
dan kini dengan langkah yang tenang
ia kembali
"aku pulang..
semoga kamu masih disana"